12 ide kado Hari Ibu yang akan selalu ia ingat
Ide kado Hari Ibu 22 Desember yang bermakna - dari sarapan dan sehari libur sampai surat, buku resep keluarga dan lagu dengan nama Ibu di dalamnya.
Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember, mengenang Kongres Perempuan Indonesia pertama tahun 1928 di Yogyakarta. Bagi kebanyakan keluarga, hari ini adalah satu hari dalam setahun untuk berterima kasih kepada orang yang biasanya justru paling sering mengurus semua orang — entah kamu memanggilnya Ibu, Mama, Bunda, Mamak atau Umi. Tanggalnya tetap, tetapi pertanyaannya selalu sama: apa yang harus diberikan kepada orang yang selalu bilang "Ibu nggak usah dikasih apa-apa"?
Berikut dua belas ide yang cocok untuk anggaran berapa pun, baik kamu tinggal satu kompleks dengannya maupun merantau ke pulau lain.
1. Beri Ibu satu pagi yang bebas
Bukan sarapan di tempat tidur lalu dapur berantakan yang harus ia bereskan. Satu pagi penuh: kamu yang memasak, mencuci piring, mengurus kucing, mengantar adik sekolah dan mengangkat telepon. Beri tahu rencananya semalam sebelumnya supaya ia benar-benar bisa tidur lebih lama.
2. Tulis surat yang belum pernah kamu tulis
Kartu bertuliskan "Sayang Ibu" itu baik. Satu halaman penuh adalah sesuatu yang akan ia simpan di laci selama tiga puluh tahun. Tulis tentang satu hari tertentu: saat ia naik angkot tiga jam untuk menjemputmu, malam ia menungguimu di UGD, seragam yang ia jahitkan tengah malam. Satu cerita mengalahkan sepuluh kata sifat.
3. Masakkan resepnya sendiri untuknya
Tanyakan kepadanya, atau kepada kakakmu, masakan apa yang dulu ia buat saat kalian kecil — sayur asem, opor, rendang, pisang goreng sore hari — lalu masakkan untuknya. Rasanya pasti tidak persis sama. Justru itu intinya: ia mencicipinya, tertawa, dan memberi tahu apa yang kurang.
4. Buat buku resep keluarga
Kumpulkan resep yang ia masak tanpa pernah menakar, beserta resep dari ibunya. Ketik, tambahkan satu-dua foto dan satu kalimat tentang kapan masakan itu dibuat ("sop ayam setiap kali ada yang demam"). Cetak dan jilid di tempat fotokopi. Buku itu akan diwariskan ke generasi berikutnya.
5. Menanam sesuatu bersama
Pohon jeruk nipis di pot, sereh dan kemangi di halaman belakang, anggrek di teras. Tanaman terus tumbuh, begitu pula kenangan tentang hari kalian menanamnya. Kebetulan Desember adalah musim hujan — waktu yang pas untuk mulai menanam.
6. Pesan pengalaman, bukan barang
Kelas membatik, konser penyanyi yang ia gilai di usia dua puluhan, creambath dan pijat di salon, kelas memasak bersamamu. Pilih sesuatu yang tidak akan pernah ia pesan untuk dirinya sendiri karena terasa terlalu memanjakan.
7. Bereskan hal yang selama ini mengganggunya
Setiap ibu punya daftar: keran yang menetes, foto-foto yang terjebak di ponsel lama, printer yang tidak pernah tersambung, talang air yang bocor setiap hujan. Perbaiki satu hal besar sampai tuntas. Tidak romantis, tapi sangat terasa.
8. Digitalkan foto-foto lama
Pindai album dan kotak berisi cetakan foto, beri nama berkas dengan tanggal dan orangnya, lalu berikan tablet atau bingkai foto digital yang menampilkannya bergantian. Kembalikan foto aslinya dalam kotak rapi berlabel.
9. Telepon, dan telepon dengan sungguh-sungguh
Kalau tidak bisa pulang, jadwalkan panggilan video yang panjang, bukan disisipkan di antara urusan lain. Minta cucu-cucunya menampilkan sesuatu, ajak ia berkeliling rumahmu, makan "bersama" di jam yang sama.
10. Beri ia waktu bersama teman-temannya
Ibu dengan anak kecil jarang punya sore bebas bersama sahabatnya sendiri. Atur untuknya: pesankan meja untuknya dan dua temannya, urus anak-anak di rumah, bayar tagihannya di muka.
11. Buatkan Ibu sebuah lagu
Lagu dengan namanya, ucapan khasnya dan kenangan keluarga kalian adalah hadiah yang bisa ia putar lagi setiap kali rindu. Di AI Music kamu cukup menggambarkan Ibu dan beberapa momen yang hanya diketahui keluargamu, lalu AI menulis liriknya, menggubah musiknya dan menyanyikannya dengan vokal sungguhan dalam sekitar satu menit. Lagu pertama gratis untuk akun baru. Kamu bisa menulis deskripsinya dalam bahasa Indonesia dan meminta lagunya dinyanyikan dalam bahasa Jawa, Sunda atau bahasa lain tempat Ibu tumbuh besar.
Beberapa baris deskripsi sudah cukup:
Lagu akustik yang hangat untuk Ibu Ratna dari ketiga anaknya. Ucapan khasnya "sudah makan belum?", liburan ke Pangandaran waktu tenda kami terbawa angin, dan reff yang berterima kasih untuk setiap pagi ia mengantar kami ke sekolah naik motor jam enam pagi.
12. Mulai sebuah tradisi
Hadiah terbaik mungkin yang berulang. Jalan pagi bersama di tempat yang sama setiap 22 Desember, foto di sudut yang sama, makan di warung yang sama. Sepuluh tahun lagi, kumpulan foto itu sendiri sudah menjadi hadiah.
Untuk ibu yang sudah tidak ada di sini
Bagi banyak orang, hari ini terasa berat: ibu yang telah berpulang, ibu yang tinggal jauh, hubungan yang rumit. Tidak apa-apa memperingatinya dengan tenang. Ziarah ke makamnya, kunjungi tempat yang ia sukai, masak masakannya, kirim doa, atau tulis surat untuknya dan simpan. Berterima kasih kepada nenek, tante, ibu sambung atau sahabat yang mengasuhmu seperti ibu sendiri juga sama berartinya.

